Tak ada lagi halaman yang perlu ditulis,
Yang harus dilakukan kini hanyalah menutup sang buku.
Akan kusimpan lembaran-lembaran ini di sudut lemari. Mungkin suatu saat akan kubuka lagi hanya untuk mengenang setiap bab yang tertera di dalamnya.
Namun untuk saat ini, biarlah buku itu menjadi salah satu dari sekian buku yang kusimpan.
Halo.
Long time no see, huh?
Dua bulan ini gak ada yang seru di hidup aing, makanya gak nulis apa-apa. hEHEHE.
I'm currently jobless. Emotionless. Loveless. LMAO. Like- udah lama loh Yarra gak kayak gini. Biasanya ada aja kerjaannya. Ada aja drama hidupnya. Ada aja cowoknya yHAAA NGGAK LAH WKWK. Ini pertama kalinya kehidupan gue berjalan dengan sangat monoton yaAllah ngapayak.
Gue masih belum dapet rejeki perguruan tinggi. Usaha gue belum cukup kuat, berarti. Doain ya teman-temanku.
Anyway...
I'm done. With everything. As ironic as it is, i know i once said something like "Please treasure our memories" "I would never be able to move on" Blah blah blah and more of that kind of bullcrap. But at that time, i was sincere. I thought i won't change this fast. But hey, look at me now. Hampir gak pernah galau. Gak terulang lagi jaman-jaman kayak move on dari you-know-who beberapa tahun lalu yehet.
Mungkin kesannya gue jahat. Udah biasa dicap jahat so yeah i'm not even afraid lol. Tapi gak ada maksud jahat sama sekali sumpah. All i did was for a good reason.
He will always be a good friend of mine. A precious one.
I'm thankful. For the past one and a half year.
There are things that i regret doing it in the past but what's done is done so what i have to do now is only to fix it, right?
Terima kasih, sungguh. Saya bersyukur pernah bertemu anda yang baik sekali sama saya. Maaf atas kesalahan-kesalahan yang pernah saya perbuat, baik sengaja maupun tidak. Move on with your life, you deserve it.
Terserah kalau kamu masih mau berjuang sampai akhir,
Tapi saya sudah menyerah sejak lama,
Tidak ada lagi yang tersisa. Sungguh. Maafkan saya.
Selamat tinggal, kawan.
Yang harus dilakukan kini hanyalah menutup sang buku.
Akan kusimpan lembaran-lembaran ini di sudut lemari. Mungkin suatu saat akan kubuka lagi hanya untuk mengenang setiap bab yang tertera di dalamnya.
Namun untuk saat ini, biarlah buku itu menjadi salah satu dari sekian buku yang kusimpan.
Halo.
Long time no see, huh?
Dua bulan ini gak ada yang seru di hidup aing, makanya gak nulis apa-apa. hEHEHE.
I'm currently jobless. Emotionless. Loveless. LMAO. Like- udah lama loh Yarra gak kayak gini. Biasanya ada aja kerjaannya. Ada aja drama hidupnya. Ada aja cowoknya yHAAA NGGAK LAH WKWK. Ini pertama kalinya kehidupan gue berjalan dengan sangat monoton yaAllah ngapayak.
Gue masih belum dapet rejeki perguruan tinggi. Usaha gue belum cukup kuat, berarti. Doain ya teman-temanku.
Anyway...
I'm done. With everything. As ironic as it is, i know i once said something like "Please treasure our memories" "I would never be able to move on" Blah blah blah and more of that kind of bullcrap. But at that time, i was sincere. I thought i won't change this fast. But hey, look at me now. Hampir gak pernah galau. Gak terulang lagi jaman-jaman kayak move on dari you-know-who beberapa tahun lalu yehet.
Mungkin kesannya gue jahat. Udah biasa dicap jahat so yeah i'm not even afraid lol. Tapi gak ada maksud jahat sama sekali sumpah. All i did was for a good reason.
He will always be a good friend of mine. A precious one.
I'm thankful. For the past one and a half year.
There are things that i regret doing it in the past but what's done is done so what i have to do now is only to fix it, right?
Terima kasih, sungguh. Saya bersyukur pernah bertemu anda yang baik sekali sama saya. Maaf atas kesalahan-kesalahan yang pernah saya perbuat, baik sengaja maupun tidak. Move on with your life, you deserve it.
Terserah kalau kamu masih mau berjuang sampai akhir,
Tapi saya sudah menyerah sejak lama,
Tidak ada lagi yang tersisa. Sungguh. Maafkan saya.
Selamat tinggal, kawan.